7 Kesalahan Pengemudi yang Membuat Konsumsi BBM Mobil Lebih Boros

Putra Petir Trans

06 November 2026

Menghemat bahan bakar menjadi salah satu hal penting bagi setiap pengemudi, terutama ketika menggunakan mobil untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan wisata. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan saat berkendara justru dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Akibatnya, pengeluaran untuk membeli bensin menjadi lebih besar meskipun jarak perjalanan yang ditempuh tidak terlalu jauh.

Memahami cara menghemat BBM mobil sebenarnya tidak selalu membutuhkan teknologi kendaraan terbaru atau perangkat tambahan yang mahal. Perubahan sederhana dalam kebiasaan mengemudi, perawatan kendaraan secara rutin, hingga perencanaan perjalanan dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Hal ini juga penting diperhatikan ketika melakukan perjalanan wisata di Bali. Kondisi lalu lintas yang beragam, mulai dari jalanan perkotaan, kawasan wisata, hingga jalur menanjak dan berkelok, membuat pengemudi perlu lebih bijak dalam mengoperasikan kendaraan.

Lantas, apa saja kesalahan pengemudi yang membuat konsumsi BBM mobil lebih boros? Berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

1. Terlalu Sering Menginjak Pedal Gas Secara Mendadak

Salah satu kebiasaan yang paling sering menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat adalah akselerasi secara berlebihan.

Sebagian pengemudi memiliki kebiasaan menginjak pedal gas dalam-dalam ketika mulai menjalankan mobil atau saat ingin meningkatkan kecepatan. Padahal, akselerasi yang terlalu agresif membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Kebiasaan tersebut semakin tidak efisien apabila dilakukan berulang kali, terutama ketika berkendara di tengah kemacetan.

Cara mengatasinya:

  • Injak pedal gas secara bertahap ketika mulai menjalankan mobil.

  • Tingkatkan kecepatan secara halus dan konsisten.

  • Hindari kebiasaan melakukan akselerasi mendadak tanpa kebutuhan.

  • Sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan lalu lintas.

Dengan menerapkan gaya berkendara yang lebih halus, mesin dapat bekerja lebih efisien sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih terkendali.

2. Sering Melakukan Pengereman Mendadak

Selain akselerasi agresif, kebiasaan melakukan pengereman mendadak juga dapat membuat konsumsi BBM menjadi kurang efisien.

Ketika pengemudi sering mengerem secara tiba-tiba, kendaraan akan kehilangan momentum. Untuk kembali mencapai kecepatan sebelumnya, mesin membutuhkan tenaga tambahan yang berpotensi meningkatkan penggunaan bahan bakar.

Kondisi ini sering terjadi ketika pengemudi kurang memperhatikan jarak kendaraan di depan atau tidak memperkirakan kondisi lalu lintas.

Cara mengatasinya:

  • Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

  • Perhatikan kondisi jalan dari kejauhan.

  • Kurangi kecepatan secara bertahap ketika mendekati persimpangan.

  • Hindari kebiasaan mempercepat kendaraan kemudian mengerem secara berulang.

Teknik berkendara yang lebih halus bukan hanya membantu menghemat BBM, tetapi juga meningkatkan keselamatan selama perjalanan.

3. Membiarkan Mesin Menyala Terlalu Lama Saat Berhenti

Apakah Anda sering membiarkan mesin mobil tetap menyala ketika sedang menunggu seseorang?

Kebiasaan ini dikenal sebagai idling. Meskipun kendaraan tidak bergerak, mesin yang tetap menyala masih membutuhkan bahan bakar untuk mempertahankan putaran mesin.

Jika dilakukan dalam waktu lama dan berulang kali, konsumsi bahan bakar yang sebenarnya tidak diperlukan dapat terakumulasi.

Contohnya ketika menunggu penumpang di depan hotel, menunggu teman berbelanja, atau berhenti cukup lama di kawasan wisata.

Cara mengatasinya:

  • Matikan mesin jika harus berhenti cukup lama dan kondisi memungkinkan.

  • Manfaatkan fitur Auto Start-Stop apabila tersedia dan sesuai kondisi penggunaan.

  • Hindari membiarkan mesin menyala tanpa kebutuhan.

  • Tetap perhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pemborosan bahan bakar, khususnya ketika melakukan perjalanan dengan banyak waktu tunggu.

4. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai Standar

Banyak pengemudi hanya memperhatikan kondisi mesin, tetapi melupakan tekanan angin ban.

Padahal, tekanan ban memiliki pengaruh terhadap hambatan gulir atau rolling resistance kendaraan.

Ban dengan tekanan angin terlalu rendah memiliki bidang kontak dan hambatan gulir yang dapat meningkat. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.

Selain memengaruhi efisiensi bahan bakar, tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat mempercepat keausan ban dan memengaruhi pengendalian kendaraan.

Cara mengatasinya:

  • Periksa tekanan angin ban secara berkala.

  • Ikuti rekomendasi tekanan ban dari pabrikan kendaraan.

  • Periksa tekanan ban dalam kondisi yang sesuai, idealnya ketika ban masih dingin.

  • Jangan mengisi tekanan angin secara berlebihan hanya dengan tujuan menghemat bensin.

Sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan seluruh ban berada dalam kondisi baik agar perjalanan lebih aman dan efisien.

5. Membawa Barang Terlalu Banyak di Dalam Mobil

Kesalahan berikutnya adalah membawa terlalu banyak barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Semakin berat beban kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkannya. Hal ini terutama terasa ketika mobil harus melewati jalan menanjak, melakukan akselerasi, atau berhenti dan berjalan kembali di tengah kemacetan.

Kondisi tersebut cukup relevan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dengan membawa banyak koper, perlengkapan liburan, dan barang bawaan lainnya.

Cara mengatasinya:

  • Bawa barang sesuai kebutuhan perjalanan.

  • Keluarkan barang yang tidak diperlukan dari bagasi.

  • Hindari membawa aksesori tambahan yang menambah beban kendaraan tanpa manfaat jelas.

  • Pastikan kapasitas muatan tidak melebihi batas yang direkomendasikan pabrikan.

Perlu diingat, kendaraan yang membawa beban sesuai kapasitas akan lebih mudah dikendalikan dan dapat bekerja lebih efisien.

6. Tidak Memperhatikan Perawatan Mesin Secara Berkala

Mobil yang jarang mendapatkan perawatan berpotensi mengalami penurunan efisiensi bahan bakar.

Beberapa komponen kendaraan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembakaran dan kinerja mesin. Apabila kondisinya tidak optimal, konsumsi BBM dapat meningkat.

Contohnya adalah filter udara yang kotor, busi yang sudah aus, sistem injeksi yang bermasalah, hingga oli mesin yang tidak sesuai spesifikasi.

Selain itu, masalah pada sensor mesin atau sistem pengapian juga dapat menyebabkan pembakaran menjadi kurang optimal.

Cara mengatasinya:

  • Lakukan servis kendaraan sesuai jadwal perawatan.

  • Ganti oli mesin sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Periksa kondisi filter udara dan busi.

  • Pastikan sistem injeksi dan pengapian bekerja dengan baik.

  • Segera lakukan pemeriksaan apabila muncul indikator peringatan pada dashboard.

Perawatan kendaraan bukan sekadar menjaga mesin tetap awet. Kondisi mobil yang prima juga membantu mempertahankan efisiensi bahan bakar dan mengurangi risiko gangguan selama perjalanan.

7. Tidak Merencanakan Rute Perjalanan dengan Baik

Kesalahan terakhir yang sering dianggap sepele adalah tidak merencanakan rute perjalanan.

Pengemudi yang tidak mengetahui tujuan dan kondisi rute berpotensi menghabiskan lebih banyak bahan bakar karena harus memutar arah, melewati jalan yang padat, atau terjebak kemacetan dalam waktu lama.

Di Bali, perencanaan perjalanan menjadi semakin penting karena beberapa kawasan wisata memiliki karakteristik lalu lintas yang berbeda.

Perjalanan menuju Kuta, Canggu, Ubud, Bedugul, hingga kawasan Uluwatu bisa membutuhkan waktu yang berbeda tergantung kondisi lalu lintas, jam keberangkatan, dan rute yang dipilih.

Cara mengatasinya:

  • Gunakan aplikasi navigasi untuk memeriksa kondisi lalu lintas.

  • Tentukan destinasi yang lokasinya berdekatan dalam satu rangkaian perjalanan.

  • Hindari perjalanan bolak-balik yang sebenarnya dapat direncanakan lebih efisien.

  • Pilih waktu keberangkatan dengan mempertimbangkan kepadatan lalu lintas.

  • Tetap ikuti rambu dan aturan lalu lintas, bukan sekadar memilih rute terpendek.

Perencanaan perjalanan yang baik dapat membantu mengurangi jarak tempuh yang tidak diperlukan sekaligus membuat waktu liburan lebih efektif.

Tips Tambahan Menghemat BBM Saat Berwisata di Bali

Selain menghindari tujuh kesalahan di atas, ada beberapa kebiasaan tambahan yang bisa diterapkan ketika menggunakan mobil untuk berwisata di Bali.

1. Gunakan Mobil Sesuai Kebutuhan

Pilih kendaraan berdasarkan jumlah penumpang, barang bawaan, dan karakteristik perjalanan. Mobil yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk kebutuhan perjalanan bisa membuat pengalaman berkendara kurang optimal.

2. Gunakan AC Secara Bijak

Sistem AC membutuhkan tenaga dari mesin atau energi kendaraan. Atur suhu AC pada tingkat yang nyaman tanpa harus selalu menggunakan pengaturan pendinginan maksimum.

3. Hindari Jam Perjalanan yang Terlalu Padat

Kemacetan membuat kendaraan lebih sering berhenti dan berjalan kembali. Apabila memungkinkan, susun jadwal perjalanan agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di tengah kemacetan.

4. Jaga Kecepatan Berkendara Tetap Stabil

Mengemudi dengan kecepatan yang stabil dan sesuai kondisi jalan umumnya lebih efisien dibandingkan sering mempercepat dan memperlambat kendaraan secara ekstrem.

5. Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat

Pastikan mesin, ban, rem, dan komponen penting lainnya dalam kondisi baik. Pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan dapat membantu mencegah masalah yang tidak diinginkan.

Mengapa Efisiensi BBM Penting Saat Rental Mobil di Bali?

Bagi wisatawan, kendaraan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kenyamanan selama berlibur.

Dengan memilih kendaraan yang sesuai kebutuhan dan menerapkan kebiasaan berkendara yang efisien, perjalanan menuju berbagai destinasi wisata di Bali dapat terasa lebih nyaman.

Namun, selain mempertimbangkan konsumsi BBM, wisatawan juga perlu memperhatikan kondisi kendaraan, kapasitas penumpang, kenyamanan kabin, serta kualitas pelayanan rental mobil.

Putra Petir Trans hadir sebagai pilihan layanan transportasi untuk membantu kebutuhan perjalanan Anda selama berada di Bali.

Melalui pilihan kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, Anda bisa menikmati mobilitas yang lebih praktis untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata, perjalanan keluarga, hingga kebutuhan transportasi pribadi.

Salah satu keuntungan yang bisa Anda nikmati adalah fasilitas GRATIS ANTAR JEMPUT AIRPORT sehingga perjalanan dari dan menuju bandara menjadi lebih praktis.

Bayangkan jika waktu liburan Anda harus terbuang hanya karena kesulitan mencari transportasi setelah tiba di Bali. Dengan merencanakan kebutuhan kendaraan sejak awal, Anda bisa lebih fokus menikmati momen liburan bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.

Jangan menunggu sampai kendaraan yang Anda inginkan kehabisan jadwal ketersediaan, terutama ketika memasuki musim liburan dan periode kunjungan wisata yang ramai.

Kesimpulan

Konsumsi BBM mobil yang boros tidak selalu disebabkan oleh masalah mesin. Kebiasaan pengemudi seperti menginjak pedal gas secara agresif, sering melakukan pengereman mendadak, membiarkan mesin menyala terlalu lama, hingga mengabaikan perawatan kendaraan juga dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar.

Dengan menerapkan cara menghemat BBM mobil secara konsisten, Anda dapat membantu mengurangi pemborosan bahan bakar sekaligus menjaga kendaraan tetap nyaman dan aman digunakan.

Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan wisata di Bali, pastikan kebutuhan transportasi dipersiapkan dengan baik.

Percayakan kebutuhan perjalanan Anda kepada Putra Petir Trans!

Nikmati perjalanan yang lebih praktis dengan pilihan rental mobil sesuai kebutuhan dan fasilitas GRATIS ANTAR JEMPUT AIRPORT.

Hubungi Putra Petir Trans melalui WhatsApp sekarang untuk mendapatkan informasi kendaraan dan melakukan reservasi.

Jangan sampai rencana liburan Anda terganggu karena terlambat mempersiapkan transportasi!