Mitos Goyangkan Kendaraan Saat Isi Bensin Motor atau Mobil, Sebenarnya Berbahaya!

Putra Petir Trans

27 September 2023

Saat mengisi bahan bakar di SPBU, ada satu kebiasaan unik yang kerap dilakukan pemilik kendaraan, yakni menggoyang-goyangkan mobil atau motornya dengan harapan bensin terisi penuh. Aktivitas menggoyangkan kendaraan saat isi bahan bakar (BBM) ternyata masih dilakukan. Padahal hal tersebut tak perlu dilakukan, yang ada malah bisa menimbulkan kebakaran, seperti yang terjadi di SPBU Tlogomas, Jawa Timur beberapa waktu lalu. 

Kronologi Kebakaran Karena Goyang Tangki Motor


SPBU Tlogomas, Malang, mengalami kebakaran pada Minggu, 18 Juni 2023, diduga terjadi karena pola pengisian bensin yang salah.

SPBU Tlogomas, Malang, mengalami kebakaran pada Minggu, 18 Juni 2023, diduga terjadi karena pola pengisian bensin yang salah.(Foto: Tangkapan layar)

Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya berada di SPBU Tlogomas, Malang.  Dalam kejadian tersebut, Ahad mengatakan bahwa sesaat setelah api muncul dari motor tersebut, petugas SPBU yang berjaga saat itu langsung berusaha memadamkan apinya. "Petugas menggunakan enam tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Setelah api padam, pengendara langsung meninggalkan lokasi membawa motornya," ungkap dia. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban maupun kerusakan di sekitar SPBU dan juga pelanggan yang sedang mengantre BBM saat itu.

Pemasangan Spanduk Larangan Oleh Pertamina

Pertamina menyampaikan menggoyang mobil, truk, bus atau motor saat isi bensin agar aliran bensin lancar ke tangki disebut cuma mitos dan berbahaya.

Dilansir dari laman CNN Indonesa, spanduk itu bertuliskan 'Kebiasaan menggoyang mobil & motor saat isi bensin bisa menimbulkan kebakaran'. Lalu tulisan dalam spanduk itu juga menjelaskan alasannya, 'Kebakaran bisa terjadi karena ujung nozzle besi bertemu dengan ujung tanki, di saat kedua titik beda muatan bertemu maka terjadi gesekan listrik statis, maka memungkinkan adanya loncatan percikan api'.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan pernah menjelaskan menggoyang kendaraan bisa menimbulkan gesekan nozzle dengan area sekitar tangki atau lubang. Bila dilakukan terus menerus, kata dia, ada potensi muncul listrik statis kemudian menyulut kebakaran.


Apakah tindakan tersebut benar, sekedar mitos atau fakta? Jawabannya adalah MitosSony Susmana selaku Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, "Kendaraan digoyang-goyang saat mengisi BBM, justru membuat bahan bakar yang ada di dalam akan koclak dan membuat ukurannya tidak akurat dan kalau sampai cipratannya (bensin) terbuang keluar justru membahayakan," kata Sony Susmana, beberapa waktu yang lalu.

Mengutip laman buku panduan manual Hyundai Stargazer, menggoyangkan kendaraan dilakukan bila perlu dalam kondisi tertentu. "Jika perlu untuk menggoyangkan kendaraan untuk membebaskannya dari salju, pasir, atau lumpur, langkah pertama arahkan roda kemudi ke kanan dan kiri untuk membersihkan area di sekitar roda depan. Kemudian, pindahkan gear maju mundur antara gear 1 dan R (mundur) untuk kendaraan bertransmisi manual atau R (mundur) dan gear maju untuk kendaraan CVT," begitu bunyi keterangan di buku panduan manual. Karena mengisi bahan bakar dengan cara menggoyangkan kendaraan sejatinya merupakan perilaku yang sama sekali tidak perlu dan tidak bermanfaat. Lebih-lebih, tindakan tersebut justru memicu bahaya baru.