Usai Long Weekend 17 Agustus, Bali Masih Ramai? Ini Prediksi Pergerakan Wisatawan
Putra Petir Trans
15 August 2026
Bali – Libur nasional dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum yang membuat aktivitas perjalanan di Bali berpotensi meningkat.
Namun, pertanyaannya: apakah setelah long weekend 17 Agustus Bali langsung kembali sepi?
Belum tentu.
Baca juga : Wisatawan Mulai Berubah! Ini 8 Tren Liburan yang Diprediksi Mendominasi Tahun 2026
Bagi wisatawan yang sedang berada di Bali atau baru berencana datang setelah perayaan kemerdekaan, periode setelah 17 Agustus justru masih menarik untuk diperhatikan. Selain Agustus merupakan salah satu periode ramai kunjungan wisatawan, masih ada agenda liburan lain menjelang akhir bulan.
Berdasarkan data Statistik Pariwisata Bali, jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Agustus 2025 mencapai 682.866 kunjungan, meningkat 10,74% dibandingkan Agustus 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa Agustus memang menjadi salah satu periode dengan aktivitas pariwisata yang tinggi di Bali.
Sementara itu, pemerintah telah menetapkan 25 Agustus 2026 sebagai libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan jarak hanya delapan hari dari 17 Agustus, momentum tersebut berpotensi membuat aktivitas perjalanan kembali meningkat di penghujung bulan.
Lalu, seperti apa prediksi pergerakan wisatawan setelah long weekend 17 Agustus?
Bali Tidak Langsung Sepi Setelah 17 Agustus
Ada anggapan bahwa setelah libur nasional selesai, Bali akan langsung kembali lengang.
Untuk sejumlah kawasan wisata, kondisi tersebut belum tentu terjadi.
Agustus masih merupakan periode yang ramai bagi pariwisata Bali. Selain wisatawan domestik, Bali juga mendapatkan kunjungan dari wisatawan mancanegara yang melakukan perjalanan pada periode liburan musim panas.
Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada Agustus bahkan lebih tinggi dibandingkan Juli, yaitu 682.866 dibandingkan 697.107? Wait, data shows July 697,107, so August lower. But August still 682,866 and 10.74% above 2024. Let's correct.
Agustus tetap berada di level tinggi, dengan 682.866 wisatawan mancanegara pada 2025. Angka tersebut memang sedikit di bawah Juli 2025, tetapi masih meningkat 10,74% dibandingkan Agustus 2024.
Artinya, berakhirnya long weekend tidak otomatis berarti seluruh kawasan wisata Bali langsung sepi.
Pergerakan Wisatawan Setelah 17 Agustus Bisa Berubah
Yang berubah biasanya bukan sekadar jumlah wisatawan, tetapi pola pergerakannya.
Saat long weekend, wisatawan domestik cenderung melakukan perjalanan secara bersamaan. Mereka memanfaatkan akhir pekan dan hari libur untuk mengunjungi destinasi populer.
Setelah Senin, 17 Agustus berakhir, sebagian wisatawan domestik akan mulai kembali ke kota asal.
Namun, pada saat yang sama, wisatawan mancanegara dan wisatawan yang memang memiliki jadwal liburan lebih panjang tetap berada di Bali.
Akibatnya, sejumlah kawasan wisata masih dapat terasa ramai meskipun intensitas perjalanan tidak sama seperti saat puncak long weekend.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati Bali setelah 17 Agustus, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan.
1. Kuta dan Legian Masih Berpotensi Ramai
Kuta dan Legian merupakan kawasan yang hampir selalu menjadi pusat aktivitas wisatawan.
Pantai, pusat kuliner, pertokoan, hotel, hingga berbagai tempat hiburan membuat kawasan ini memiliki mobilitas tinggi.
Setelah long weekend, wisatawan yang masih berada di Bali tetap dapat menghabiskan waktu di kawasan Kuta dan Legian.
Kepadatan lalu lintas mungkin tidak selalu terjadi sepanjang hari, tetapi dapat meningkat pada jam-jam tertentu, khususnya ketika wisatawan berpindah dari hotel menuju tempat wisata, restoran, atau pusat hiburan.
2. Seminyak dan Petitenget Tetap Jadi Magnet Wisatawan
Seminyak juga berpotensi mempertahankan aktivitas tinggi setelah 17 Agustus.
Kawasan ini terkenal dengan restoran, beach club, kafe, butik, dan suasana sunset yang menjadi favorit wisatawan.
Pergerakan kendaraan biasanya tidak hanya terjadi di jalan utama. Jalan-jalan kecil menuju restoran, villa, hotel, dan tempat hiburan juga ikut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas wisatawan.
Bagi yang berencana menikmati sunset atau makan malam di Seminyak, memberikan waktu perjalanan tambahan tetap menjadi langkah bijak.
3. Canggu dan Berawa Belum Tentu Sepi
Popularitas Canggu membuat kawasan ini memiliki karakter berbeda dibandingkan destinasi wisata yang hanya ramai ketika ada hari libur.
Aktivitas wisatawan di Canggu berlangsung sepanjang musim ramai, terutama karena banyaknya kafe, restoran, beach club, area surfing, dan akomodasi.
Karena itu, berakhirnya long weekend 17 Agustus bukan berarti Canggu otomatis kembali lengang.
Bahkan, bagi wisatawan yang ingin mencari suasana Bali yang lebih hidup setelah periode libur nasional, Canggu tetap menjadi salah satu kawasan yang menarik.
4. Uluwatu dan Bali Selatan Masih Menjadi Pilihan
Bali Selatan juga berpotensi tetap ramai.
Uluwatu, Pecatu, Jimbaran, Ungasan, hingga Nusa Dua memiliki daya tarik yang berbeda dan dapat menjadi tujuan wisatawan setelah long weekend.
Wisatawan yang ingin menikmati pantai, sunset, kuliner seafood, maupun berbagai atraksi di kawasan selatan tetap akan melakukan perjalanan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah waktu tempuh.
Jarak antardestinasi di peta mungkin terlihat tidak terlalu jauh, tetapi kondisi jalan dapat membuat perjalanan memerlukan waktu lebih panjang.
5. Ubud Bisa Tetap Ramai di Jam Tertentu
Pergerakan wisatawan setelah 17 Agustus tidak hanya terjadi di kawasan pesisir.
Ubud juga tetap menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana budaya, sawah, wellness, restoran, hingga berbagai aktivitas alam.
Wisatawan yang datang setelah long weekend dapat memanfaatkan waktu untuk menjelajahi Ubud dengan itinerary yang lebih santai.
Namun, perjalanan menuju pusat Ubud tetap perlu mempertimbangkan kondisi lalu lintas, terutama ketika banyak kendaraan masuk dari arah Bali Selatan.
6. Bandara Ngurah Rai Masih Menjadi Titik Penting
Salah satu indikator yang menarik untuk diperhatikan adalah aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Sebagai pintu masuk utama wisatawan udara, pergerakan penumpang di bandara sangat berkaitan dengan pola kedatangan dan kepulangan wisatawan.
Sebagai gambaran, sepanjang Agustus 2025 Bandara Ngurah Rai mencatat rata-rata sekitar 75 ribu penumpang per hari, berdasarkan keterangan pengelola bandara yang diberitakan ANTARA.
Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perjalanan udara di Bali tetap tinggi sepanjang bulan Agustus.
Artinya, setelah arus kepulangan wisatawan domestik pada akhir long weekend mereda, masih terdapat wisatawan lain yang datang maupun melanjutkan perjalanan di Bali.
Ada Libur Lagi pada 25 Agustus 2026
Ini bagian yang menarik.
Bagi wisatawan dan pelaku perjalanan, 25 Agustus 2026 merupakan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tanggal tersebut jatuh pada hari Selasa, hanya delapan hari setelah 17 Agustus. Pemerintah telah menetapkannya dalam SKB tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.
Meskipun 25 Agustus bukan long weekend secara otomatis bagi semua orang, sebagian masyarakat dapat memanfaatkan hari libur tersebut untuk melakukan perjalanan singkat.
Hal ini berpotensi membuat aktivitas perjalanan kembali meningkat menjelang dan sesudah tanggal tersebut.
Jadi, bagi yang mengira Bali akan langsung sepi setelah 17 Agustus, sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan.
Apakah Setelah 17 Agustus Justru Waktu yang Bagus untuk Liburan?
Bisa jadi.
Wisatawan yang tidak terlalu menyukai keramaian puncak long weekend dapat mempertimbangkan perjalanan setelah 17 Agustus.
Salah satu keuntungannya adalah wisatawan dapat memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam mengatur itinerary.
Namun, perlu diingat bahwa Agustus secara keseluruhan masih merupakan periode ramai di Bali. Beberapa sumber perjalanan juga menempatkan Agustus sebagai periode peak season dengan aktivitas tinggi di kawasan wisata utama.
Jadi, jangan mengharapkan seluruh Bali berubah menjadi sepi setelah tanggal 17.
Lebih tepatnya, karakter keramaiannya yang berubah.
Prediksi Pola Pergerakan Wisatawan Setelah Long Weekend
Secara sederhana, pola perjalanan dapat dibagi menjadi beberapa periode:
18–20 Agustus
Sebagian wisatawan domestik mulai kembali ke daerah asal setelah libur 17 Agustus.
Aktivitas di bandara dan jalur menuju kawasan wisata tetap berlangsung, tetapi arus wisatawan domestik kemungkinan tidak sepadat saat puncak long weekend.
21–24 Agustus
Aktivitas wisata dapat kembali didominasi wisatawan yang memang sedang menjalani masa liburan di Bali.
Kawasan seperti Seminyak, Canggu, Ubud, Kuta, Uluwatu, dan Bali Selatan tetap perlu diperhitungkan dalam itinerary.
25 Agustus
Hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW berpotensi memberikan dorongan baru terhadap perjalanan domestik.
Setelah 25 Agustus
Arus perjalanan diperkirakan kembali lebih normal dibandingkan periode libur nasional, meskipun Bali tetap berada dalam periode pariwisata yang relatif aktif.
Tips Liburan Bali Setelah Long Weekend
Jika Anda berencana datang ke Bali setelah 17 Agustus, berikut beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan.
Pesan kendaraan sebelum tiba di Bali
Jangan menunggu sampai tiba di bandara untuk mencari kendaraan, terutama jika Anda membutuhkan tipe mobil tertentu.
Reservasi lebih awal membuat pilihan kendaraan lebih fleksibel.
Buat itinerary berdasarkan kawasan
Daripada berpindah dari Bali Selatan ke Ubud lalu kembali ke Canggu dalam satu hari, lebih baik mengelompokkan destinasi berdasarkan lokasi.
Contohnya:
Hari 1: Kuta – Legian – Seminyak
Hari 2: Jimbaran – Uluwatu – Ungasan
Hari 3: Ubud – Tegallalang – pusat kuliner Ubud
Cara tersebut dapat mengurangi waktu yang terbuang di perjalanan.
Hindari jadwal terlalu mepet
Jika memiliki penerbangan pulang, jangan membuat agenda wisata terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan.
Berikan buffer waktu untuk perjalanan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pertimbangkan mobil dengan driver
Untuk wisatawan yang belum familiar dengan kondisi jalan Bali, menggunakan mobil dengan driver bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Anda dapat menikmati perjalanan tanpa harus fokus mencari parkir, menentukan rute, atau mengemudi di tengah kepadatan.
FOMO: Jangan Sampai Baru Cari Mobil Saat Sudah di Bali
Salah satu hal yang sering terjadi setelah libur panjang adalah wisatawan baru menyadari bahwa mereka membutuhkan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan.
Masalahnya, ketika permintaan rental mobil meningkat, unit yang paling banyak dicari bisa lebih cepat habis.
Apalagi jika Anda membutuhkan mobil keluarga, MPV, kendaraan premium, atau mobil untuk rombongan.
Jangan sampai itinerary sudah siap, hotel sudah dibayar, restoran sudah dipesan, tetapi transportasi justru belum aman.
Kalau tanggal perjalanan Anda sudah pasti, lebih baik amankan kendaraan dari sekarang.
Putra Petir Trans Siap Temani Liburan Anda di Bali
Bagi Anda yang masih ingin menikmati Bali setelah long weekend 17 Agustus, Putra Petir Trans siap membantu kebutuhan transportasi selama berada di Pulau Dewata.
Pilihan kendaraan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, baik untuk pasangan, keluarga, maupun rombongan.
Dengan kendaraan yang sudah disiapkan sejak awal, Anda dapat lebih mudah menyusun itinerary dan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.
Lebih praktis lagi, Putra Petir Trans menyediakan fasilitas GRATIS ANTAR JEMPUT AIRPORT sesuai ketentuan layanan yang berlaku.
Jadi, perjalanan Anda bisa dimulai sejak tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai tanpa harus repot mencari kendaraan sendiri.
Sudah punya rencana liburan setelah 17 Agustus?
Jangan tunggu sampai mendekati tanggal keberangkatan.
Booking mobil Bali sekarang dan pastikan kendaraan sudah siap menemani perjalanan Anda.